Cara Menghitung HPP Kopi per Gelas, Lengkap dengan Contoh Angka

Banyak kedai kopi menentukan harga jual dengan menebak: "di sebelah jual Rp18.000, kita samakan." Masalahnya, tanpa tahu harga pokok per gelas, kamu tidak tahu menu itu sebenarnya untung atau justru menutup biaya menu lain. Di sinilah HPP (Harga Pokok Penjualan) berperan.

Apa itu HPP?

HPP adalah total biaya bahan yang keluar untuk membuat satu porsi menu. Untuk minuman kopi, komponennya biasanya: biji kopi, susu, gula/pemanis, es batu, dan kemasan (cup, tutup, sedotan). Biaya seperti gaji dan sewa tidak masuk HPP bahan — itu biaya operasional yang ditutup dari margin keseluruhan.

Rumus dasar

HPP per porsi = jumlah biaya semua bahan untuk satu porsi.

Untuk bahan yang dibeli dalam jumlah besar, hitung dulu harga per satuannya:

  • Harga per gram/ml = harga beli kemasan ÷ isi kemasan.
  • Biaya per porsi = harga per gram/ml × takaran yang dipakai.

Setelah HPP ketemu, harga jual bisa diturunkan dari target margin:

Harga jual = HPP ÷ (1 − target margin). Contoh: HPP Rp6.900 dengan target margin 60% → Rp6.900 ÷ 0,4 = Rp17.250, dibulatkan ke Rp17.500 atau Rp18.000.

Contoh: es kopi susu gula aren

Misalkan harga jualnya Rp18.000 per gelas. Bahan dan takarannya (angka contoh — sesuaikan dengan harga belanjamu):

  • Biji kopi 18 gram. Harga beli Rp180.000/kg → Rp180/gram → Rp3.240.
  • Susu segar/UHT 100 ml. Harga beli Rp18.000/liter → Rp18/ml → Rp1.800.
  • Gula aren cair 20 ml. Harga buat/beli setara Rp30.000/liter → Rp600.
  • Es batu ±150 gram → Rp300.
  • Cup 16 oz + tutup + sedotan → Rp900.

Total HPP ≈ Rp6.840, bulatkan Rp6.900. Margin kotor per gelas = (18.000 − 6.900) ÷ 18.000 ≈ 62%, atau laba kotor Rp11.100 per gelas sebelum biaya operasional. Kalau ternyata margin menumu di bawah 40%, biasanya ada tiga penyebab: gramasi terlalu royal, harga bahan naik tapi harga jual tidak ikut, atau banyak bahan terbuang.

Tips agar hitungan tidak meleset

  1. Timbang gramasi sungguhan. Selisih 2 gram kopi per gelas terasa kecil, tapi pada 100 gelas sehari itu 200 gram — lebih dari Rp36.000 sebulan menguap.
  2. Perbarui HPP saat harga bahan berubah. HPP yang dihitung tahun lalu hampir pasti sudah tidak akurat.
  3. Catat HPP di tiap menu kasirmu. Di Mikode POS, setiap menu punya kolom harga modal (HPP). Bila terisi, laporan otomatis menampilkan pendapatan, HPP, dan laba per kategori — jadi menu yang ramai tapi marginnya tipis terlihat jelas, bukan terasa.
  4. Tinjau menu margin tipis secara berkala dari laporan: naikkan harga sedikit, perbaiki gramasi, atau jadikan menu pendamping, bukan menu andalan.

Kalau kedaimu ingin melihat laba per menu tanpa menghitung manual tiap akhir bulan, lihat sistem kasir Mikode untuk kafe & kedai kopi.

Baca juga

Butuh bantuan mewujudkannya?

Konsultasi awal gratis via WhatsApp.

Konsultasi via WhatsApp