QRIS untuk UMKM: Cara Daftar, Biaya MDR, dan Bedanya QR Statis vs Dinamis

"Bisa bayar pakai QRIS?" — pertanyaan ini sekarang lebih sering terdengar di kasir daripada "ada kembalian?". Sepanjang 2025, Bank Indonesia mencatat 15,51 miliar transaksi QRIS, naik 148,5% dari tahun sebelumnya, dari sekitar 42,75 juta merchant yang kurang lebih 96%-nya adalah UMKM. Artinya, tidak menyediakan QRIS bukan lagi sekadar pilihan — untuk banyak pelanggan, itu alasan untuk pindah ke warung sebelah. Kabar baiknya: daftar QRIS itu gratis dan tidak sulit. Panduan ini membahas biayanya secara persis, langkah daftarnya, dan satu hal yang sering terlewat — perbedaan QR statis dan dinamis yang menentukan apakah kasirmu masih harus mengecek mutasi satu per satu.

Apa itu QRIS?

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia bersama ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia). Satu kode QRIS yang sama bisa dipindai dari aplikasi pembayaran apa pun — GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, sampai mobile banking hampir semua bank. Kamu cukup punya satu kode di meja kasir, bukan lima stiker dari lima aplikasi.

Berapa biaya QRIS untuk merchant?

Pendaftarannya gratis dan tidak ada biaya bulanan. Satu-satunya biaya adalah MDR (Merchant Discount Rate): potongan dari setiap transaksi yang berhasil, yang tarifnya diatur Bank Indonesia — bukan ditentukan penyedia aplikasi, jadi tarifnya sama di mana pun kamu mendaftar:

  • Merchant reguler: 0,7% per transaksi.
  • Usaha mikro: 0% untuk transaksi sampai dengan Rp500.000, dan 0,3% untuk transaksi di atas Rp500.000 (tarif khusus Bank Indonesia untuk merchant yang terdaftar sebagai usaha mikro).
  • Kategori khusus: pendidikan 0,6%, SPBU 0,4%, dan bantuan sosial 0%.

Contoh hitungannya: penjualan Rp100.000 dari merchant reguler terpotong Rp700, jadi yang masuk sebagai hakmu Rp99.300. Penjualan Rp300.000 dari merchant usaha mikro terpotong Rp0. MDR dipotong otomatis saat penyelesaian dana — kamu tidak pernah membayarnya secara terpisah, dan tidak ada potongan lain dari QRIS-nya sendiri di luar tarif resmi ini.

Cara daftar QRIS untuk usaha

Jalur yang paling umum untuk UMKM adalah lewat perusahaan payment gateway atau bank/e-wallet yang menjadi penyelenggara QRIS. Sebagai contoh, alur di Midtrans — payment gateway yang juga kami pakai di Mikode — seperti ini:

  1. Buat akun merchant di dashboard penyedia layanan, lalu verifikasi email.
  2. Lengkapi verifikasi merchant (KYB): data usaha, KTP pemilik, dan NPWP. Tahap ini yang membuat akunmu bisa menerima pembayaran sungguhan dan mencairkan dana — siapkan dokumennya sejak awal agar tidak bolak-balik.
  3. Isi rekening bank pencairan atas nama yang sesuai, supaya dana hasil penjualan bisa ditarik. Di Midtrans, dana dapat ditarik paling cepat tiga hari kerja setelah transaksi.
  4. Aktifkan metode pembayaran QRIS dari dashboard. Untuk QR statis, kode QR dapat diterbitkan sekitar satu hari kerja setelah akun aktif dan tinggal dicetak.
  5. Tempel kode di titik pembayaran — dan pastikan nama merchant yang muncul di aplikasi pelanggan adalah nama usahamu, supaya pelanggan yakin tidak salah tujuan.

Seluruh prosesnya online dan tidak perlu alat tambahan: pelanggan memindai dengan HP mereka sendiri. Yang kamu butuhkan hanya kode QR-nya dan cara memastikan pembayaran benar-benar masuk — dan di titik terakhir inilah jenis QR yang kamu pakai mulai berpengaruh.

QR statis vs QR dinamis: bedanya di mana?

QR statis

  • Satu kode tetap, dicetak sekali, dipakai untuk semua transaksi.
  • Pelanggan mengetik nominal sendiri di aplikasinya — bisa kurang, bisa lebih, bisa salah nol.
  • Kasir memastikan pembayaran dengan mengecek notifikasi atau mutasi secara manual untuk setiap transaksi.
  • Cukup memadai untuk volume kecil dan pemilik yang menjaga kasir sendiri.

QR dinamis

  • Kode dibuat baru untuk setiap transaksi oleh aplikasi kasir, nominalnya terkunci persis sesuai nota.
  • Pelanggan tinggal memindai dan membayar — tidak ada ruang salah nominal.
  • Status pembayaran terkonfirmasi otomatis di aplikasi kasir begitu dana masuk, tanpa kasir membuka aplikasi lain.
  • Lebih cocok saat antrean ramai, kasir bergantian orang, atau pemilik tidak selalu di tempat.

Keduanya sama-sama QRIS resmi dengan tarif MDR yang sama. Perbedaannya bukan di kode QR-nya, melainkan di alur kerja kasir sesudah pelanggan memindai.

Masalah yang sering terjadi dengan QR statis

Pola keluhan pemilik usaha yang memakai QR statis biasanya mirip. Di jam ramai, pelanggan menunjukkan layar "pembayaran berhasil" sekilas, kasir tidak sempat memeriksa, dan ternyata pembayaran itu pembayaran ke merchant lain — atau tangkapan layar lama. Ada juga yang nominalnya kurang dari tagihan dan baru ketahuan saat rekap malam. Memeriksa mutasi satu per satu memang menyelesaikan masalah ini, tetapi mengorbankan kecepatan: antrean berhenti setiap ada pembayaran QRIS. Di sinilah QR dinamis dengan konfirmasi otomatis mengubah keadaan — kasir melihat status "lunas" di layar yang sama dengan nota, dari sistem yang menerima kabar langsung dari payment gateway, bukan dari layar HP pelanggan.

Di sistem kasir Mikode POS, kemampuan ini tersedia sebagai QRIS Terverifikasi di paket Pro: kamu menghubungkan akun Midtrans milik usahamu sendiri (kuncinya tersimpan terenkripsi), kasir menampilkan QR dinamis per transaksi, dan pesanan otomatis berstatus lunas begitu pembayaran terkonfirmasi. Dana penjualan masuk ke akun Midtrans dan rekeningmu sendiri — Mikode tidak menahan dana dan tidak menambah potongan apa pun di luar MDR resmi. Kalau usahamu masih kecil dan QR statis sudah cukup, paket berbayarnya pun tidak memaksa: Mikode POS bisa dimulai dari paket Gratis atau coba gratis 14 hari dengan fitur paket Bisnis.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah mendaftar QRIS untuk usaha itu berbayar?

Tidak. Pendaftaran QRIS gratis dan tidak ada biaya bulanan. Biaya yang ada hanyalah MDR — potongan kecil dari setiap transaksi yang berhasil, yang tarifnya diatur Bank Indonesia: 0,7% untuk merchant reguler, dan lebih ringan untuk usaha mikro.

Berapa potongan QRIS untuk usaha mikro?

Merchant yang terdaftar sebagai usaha mikro mendapat tarif khusus Bank Indonesia: MDR 0% untuk transaksi sampai dengan Rp500.000, dan 0,3% untuk transaksi di atas Rp500.000. Untuk merchant reguler tarifnya 0,7% per transaksi.

Satu kode QRIS bisa dibayar dari aplikasi apa saja?

Bisa. QRIS adalah standar nasional: satu kode yang sama dapat dipindai dari GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, dan mobile banking hampir semua bank. Kamu tidak perlu menyiapkan kode terpisah untuk tiap aplikasi.

Kapan dana hasil QRIS bisa dicairkan ke rekening?

Tergantung penyedia layanannya. Di Midtrans, misalnya, dana dapat ditarik ke rekening bank paling cepat tiga hari kerja setelah transaksi, setelah verifikasi merchant disetujui dan data rekening pencairan diisi.

Apa beda QRIS statis dan QRIS dinamis?

QR statis adalah satu kode tetap yang dicetak dan dipakai untuk semua transaksi; pelanggan mengetik nominal sendiri. QR dinamis dibuat baru untuk setiap transaksi oleh aplikasi kasir, nominalnya sudah terkunci sesuai nota, dan status pembayarannya dapat terkonfirmasi otomatis di kasir tanpa cek mutasi manual.

Kesimpulan

Untuk UMKM, QRIS praktis tanpa kerugian: daftar gratis, tanpa biaya bulanan, potongannya 0,7% — dan bisa 0% untuk usaha mikro pada transaksi sampai Rp500.000. Mulailah dari QR statis bila volume masih kecil. Begitu kasir mulai kewalahan membuktikan pembayaran satu per satu, naiklah ke QR dinamis yang terkonfirmasi otomatis — biaya MDR-nya sama, yang berubah hanya ketenangan kasirmu. Dan karena HPP serta margin ikut menentukan seberapa besar potongan 0,7% itu terasa, pastikan juga hitungan pokokmu rapi — kami membahasnya di panduan cara menghitung HPP kopi per gelas.

Baca juga

Butuh bantuan mewujudkannya?

Konsultasi awal gratis via WhatsApp.

Konsultasi via WhatsApp